res

Korban Laka Lantas Maut di Rengge Kapa Taropo Terperosok Bersama Kendaraannya di Jurang - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Siapa Yang Paling Bertanggungjawab Dalam Tragedi Kanjuruhan ?

30 Agustus 2022

Korban Laka Lantas Maut di Rengge Kapa Taropo Terperosok Bersama Kendaraannya di Jurang

 



Dompu, cakrawalonline - Desa Taropo berasal dari transmigrasi pada tahun 1992, namun masih ada dalam konteks sejarah kewilayahan Taropo lama yakni penduduk yang bermukim sejak 1978-1979. Arus transportasi belum ada lebih dekat jalan setapak bahkan lebih dekat dengan desa tanju, kecamatan Manggelewa.

Pada tahun 1992 Taropo dibangun infrastruktur  jalan untuk memperlancar pembagunan rumah warga transmigrasi sehingga pemerintah PU Bina marga kerja sama dengan pemerintah transmigrasi  menjadikan jalan utama untuk memperlancar arus transportasi warga setempat yang menjadi warga  dari  Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu. Kelima lainnya yaitu Mbuju, Kramat, Malaju, Lasi dan Kiwu berada di sepanjang garis pantai. Sedangkan Desa Taropo berada di dataran yang sangat tinggi, karena banyak warga pendatang dalam konteks sejarah.

     Merintis Jalur transportasi yang menghubungkan Desa Taropo dengan desa-desa lain di atas cukup rawan, Arifin warga Taropo mantan honorer transmigrasi membenarkan arus transportasi kebanyakan jurang, kalau mencari tepian yang rata kebanyakan lahan warga untuk bercocok tanam sehingga dinakentras dan PU Bina marga menggusur tebing tebing untuk arus transportasi  Terutama di lokasi yang bernama Teka Rengge Kapa. Sekelumit  catatan  dalam bahasa lokal Bima dan Dompu " teka "  artinya tanjakan, rengge adalah batu besar dan kapa artinya kapal.  Dinamakan demikian karena di dekat jalur ini terdapat sebuah batu besar yang menyerupai kepala pesawat terbang.

 

Di lokasi Teka Rengge Kapa ini kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Terutama saat pengguna jalan dalam posisi menuruni jalur itu dari arah Desa Taropo menuju Desa Mbuju Kecamatan Kilo.

 

Seiring dengan nada dering melalui telpon  oleh Kepala Desa Taropo, Abdurrahman yang dikonfirmasi via ponselnya oleh media ini, Sabtu sore (27/8/2022) pada pukul 18.15 Wita.

 

Kades Taropo menyebut Teka Rengge Kapa kembali memakan korban jiwa. Salah satu warganya yang bernama Abdurahman (sekitar 52 tahun) tewas dalam kondisi mengenaskan akibat mengalami kecelakaan di jalur tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi pada hari Rabu (24/8/2022) sekitar pukul 15.30 Wita. Tetapi baru diketahui pada keesokan harinya yakni Kamis (25/8/2022) sekitar pukul 11.00 Wita oleh anak-anak SMA yang pulang dari sekolah.

 

"Pada hari Rabu itu korban dengan sepeda motor Jupiter hendak menghadiri resepsi pernikahan keluarganya di Kambu (nama salah satu dusun di Desa Mbuju Kecamatan Kilo)," kata Kades menceritakan kronologi terjadi peristiwa kecelakaan berujung maut itu.

 

 

Dilanjutkan Kades, tidak ada orang yang mengetahui terjadinya kecelakaan maut yang menimpa korban itu. Hingga malam hari korban dicari ke mana-mana. Bahkan menanyakan ke tempat-tempat keluarganya yang ada di desa-desa lain. Pencarian juga sempat dilakukan di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP) namun jasad korban tidak ditemukan.

 

Semua upaya pencarian nihil. Korban belum berhasil ditemukan pada malam hari itu.

"Pencarian sampai jam 11 malam," ucapnya.

Pencarian kembali dilakukan  pada hari Kamis pagi (25/8/2022). Bahkan anak-anak muda melakukan pencarian di sekitar TKP dengan berjalan kaki. Namun juga hasilnya nihil.

"Di lokasi tersebut banyak tanaman petai (lamtoro) sehingga jasad korban tidak terlihat karena tertutup pohon-pohon itu," jelas Kades.

Sekitar pukul 11.00 Wita, jasad korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Korban ditemukan oleh para siswa SMA yang dalam perjalan pulang sekolah.

"Mereka melihat ada yang berkilau terkena sinar matahari ternyata itu jasad korban bersama motor di dekatnya," ungkap Kades.

Jasad korban kemudian dievakuasi dan selanjutnya dimakamkan pada hari Kamis itu juga.

Lebih lanjut Kades Abdurrahman kembali menyampaikan permintaan kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi jalur Teka Rengge Kapa itu agar tidak lagi terjadi korban jiwa yang ke sekian kalinya.

"Jalur itu bisa dipindahkan sedikit karena terlalu berbahaya. Sudah banyak korban jiwa jatuh di tempat itu. Sekali lagi kami mohon kepedulian pemerintah," ! (zun).

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar