res

Sadis! Anak Anggota DPR RI Diduga Aniaya Pacar di Ruang Karaoke Hingga Tewas, Begini Kronologinya - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke 78,1 Juli 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Polres Lahat Melaksanakan Penyembelian Hewan Qurban 1445 H tahun 2024 masehi

06 Oktober 2023

Sadis! Anak Anggota DPR RI Diduga Aniaya Pacar di Ruang Karaoke Hingga Tewas, Begini Kronologinya


SURABAYA – Cakrawalaonline, Seorang wanita bernama Dini (29) tewas usai dianiaya pacar di Blackhole KTV Surabaya. Rabu (4/10) dini hari.

Dini, diduga menjadi korban penganiayaan anak pejabat publik berinisial R hingga tewas di room karaoke.

Kronologi tewasnya Dini diungkap oleh pengacara keluarga korban, Dimas Yemahura.

Sebelumnya, Dimas Yemahura membenarkan bahwa R merupakan anak seorang anggota DPR RI.

Namun, Dimas belum membeberkan identitas ayah R.

"R ini adalah anak salah satu pejabat anggota dewan di DPR RI," kata Dimas, Kamis (5/10).

Kabar yang beredar ayah R berasal dari fraksi PKB. Namun, Dimas tidak menyebutkan secara pasti.

Kejadian penganiayaan itu Dimas mengungkap disaksikan oleh teman-teman korban.

Ia mengungkap, awalnya korban diajak oleh terduga pelaku untuk karaoke di Blackhole KTV.

Namun sekitar pukul 00.00 WIB tengah malam, R melakukan penganiayaan sadis terhadap Dini.

Dini ditendang dan dipukuli oleh R di ruang karaoke.

Mirisnya lagi, aksi penganiayaan itu disaksikan oleh teman-teman Dini dan R yang juga ikut karaoke.

Namun, mereka diduga tidak berusaha menolong korban.

"Saksinya (penganiayaan) ada. Ada teman-teman (korban dan pelaku) yang di room karaoke kan. Penganiayaan dimulai di room itu, (korban) sudah ditendang dipukul," kata Dimas, Kamis (5/10).

Tak sampai disitu, usai puas memukuli korban, R kemudian membawa Dini keluar dari ruang karaoke.

Keduanya kemudian cekcok panas sepanjang lobby Blackhole KTV hingga parkiran.

Puncaknya, penganiayaan R kepada Dini semakin brutal begitu sampai di parkiran.

Dini diduga sempat diseret pelaku, bahkan tangan korban juga dilindas mobil oleh pelaku.

Hal ini terbukti dari hasil pemeriksaan jenazah, di mana tangan korban ditemukan bekas ban mobil.

"Jadi (korban) sempat terseret. Dan di tangan kanannya ada bekas ban mobil. Diduga (korban) dilindas pelaku di bagian tangan kanannya itu," jelas Dimas.

Penganiayaan yang dilakukan R secara bertubi-tubi itu membuat Dini akhirnya terkapar.

Bukannya berusaha menolong, pelaku malah menggotong tubuh Andini dan memasukkannya ke bagasi mobil.

Kondisi Dini tidak diketahui apakah masih hidup atau sudah meninggal saat dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Namun pelaku selanjutnya menghentikan mobil di apartemen, kemudian mengeluarkan tubuh Dini dan menggendongnya ke dalam apartemen.

Pihak pengacara keluarga korban pun menduga Dini kemungkinan menghembuskan napas yang terakhir dalam perjalanan dari tempat karaoke ke apartemen.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi korban.

Polisi berjanji akan segera merilis kronologi penganiayaan secara lebih lengkap.

Terlebih, saat ini polisi sudah memeriksa 17 saksi. Cl – Sumber : Radar Kudus

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar